Friday, November 21, 2008

Situs Porno Mulai Kalah Pamor

NEW YORK - Tren ternyata telah bergeser dan minat publik berubah seiring berkembangnya dunia maya. Sebuah penelitian berhasil melaporkan bahwa publik lebih tertarik mengakses situs jejaring sosial daripada situs porno.

Fakta terbaru ini ditemukan dari hasil analisa seorang maniak internet yang menganalisa kebiasaan lebih dari 10 juta pengakses internet dalam menggunakan search engine, Bill Tancer. Dari hasil pencariannya menunjukkan tinjauan terbaru tentang bagaimana masyarakat sudah berubah.

“Terdapat beberapa pola dalam penggunaan internet yang cenderung spesifik dan bisa diprediksikan, seperti pencarian soal info diet hingga pakaian pesta,” ujar Tancer dalam sebuah wawancara seperti yang dikutip dari Reuters, Kamis (25/9/2008).

Hasil penelitiannya mengungkap bahwa kebanyakan orang mencari tahu tentang obat anti depresi sekitar bulan November atau menjelang perayaan Thanksgiving di wilayah Amerika Serikat. Namun ada penemuan yang mengejutkan dari penelitiannya.

“Trafik mengakses situs-situs jejaring sosial meningkat sedangkan trafik mengakses situs porno malah menurun,” paparnya.

Menurut data yang didapat Tancer, sepuluh tahun lalu pencarian yang berhubungan pornografi mencapai 20 persen dari total pencarian di internet, kini hanya tinggal 10 persen dengan berkurangnya pengakses situs porno dari rentang umur 18 hingga 24 tahun.

“Menurut teori saya, para pengakses dari usia muda tersebut lebih banyak menghabiskan waktu dengan berteman di situs sosial daripada ?menengok? situs orang dewasa,” terang Tancern.

Pergeseran minat lain yang Tancern temukan lagi adalah orang-orang lebih menyukai mengakses situs selebritis ketimbang situs yang berbau agama, politik, dan kombinasi diet. Ia juga mensinyalir bahwa pengguna internet sedang senang-senangnya mencari foto kandidat wakil presiden dari partai Republik, Sarah Palin, ketimbang informasi tentang kebijakan politik yang sudah ia buat selama karir berpolitiknya.

“Masyarakat lebih berfokus pada gambar diri, seperti banyaknya orang yang ingin tahu seberapa tinggi Obama hingga mencari fotonya di internet,” jelasnya.

Namun Tancern juga menangkap adanya indikasi bahwa semakin cepatnya sebuah informasi menyebar, semakin luas juga tersebarnya informasi salah.

“Dengan meledaknya informasi salah di internet, Saya rasa suatu hari nanti akan ada seseorang yang mengembangkan piranti lunak untuk menyaring berita sehingga didapatkan informasi akurat,” simpul Tancern.

Komentar Tancern tersebut dituturkan beberapa hari setelah seorang pencipta situs, Sir Tim Berners-Lee, yang membuat sistem untuk mengurutkan kebenaran dari situs internet sekaligus meluncurkan yayasan amal yang bertujuan mengembangkan internet ke masyarakat yang lebih luas.

Sebagai informasi, Bill Tancern juga berprofesi sebagai general manager dari sebuah perusahaan penelitian internet global, Hitwise, dan telah menelurkan buku berjudul Click: What Millions of People are Doing Online and Why it Matters. (srn)

Facebook Blokir Nama-Nama “Lucu”

TSAN FRANSISCO - Situs jejaring sosial Facebook memblokir anggotanya yang memiliki nama-nama asing dan terkesan lucu. Anggota tidak akan diberi peringatan atas pemblokiran tersebut.

Seperti dilansir The Inquirer, Jumat (26/9/2008), seorang anggota dengan nama akun Sydney Elmo mengatakan tidak dapat login ke halaman Facebook karena dianggap tidak menggunakan nama asli.

Nama-nama lain yang ditolak Facebook antara lain blogger Amerika Serikat (AS) Jon Swift dan pengarang Jepang Hiroko Yoda. Selain itu, nama-nama seperti Steve Webb, Beta Yee, Rowena Gay, juga diblokir. Facebook juga akan memblokir nama yang memuat kata podcast, beaver, jelly, beer, dan duck.

Kendati demikian, situs pertemanan yang sedang berkembang itu menyatakan akan membuka kembali akses, jika anggota dapat membuktikkan nama yang diberikan merupakan nama asli, dengan menunjukkan bukti nomor identitas asli.

Seorang perempuan bernama Ms Keep merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut. Banyak teman dan kerabatnya menyangka dia telah meninggal dunia karena akunnya diblok Facebook.

Ia mengaku, Facebook merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan rekan kerja, kawan, maupun kerabat. Setelah bertanya-tanya, akhirnya dia bersedia mengirimkan paspor dan SIM, untuk membuka kembali keanggotaan di Facebook.

Situs yang didirikan Mark Zuckerberg itu menilai Keep adalah anggota teroris, sehingga demi keamanan namanya pun diblokir. Kebijakan Facebook tersebut dinilai banyak merugikan beberapa anggota, karena banyak anggota yang memiliki nama asli terkesan asing.

Sementara itu, berdasarkan sebuah survei pengunjung Facebook dilaporkan mulai mendekati situs MySpace, dengan persentase pengunjung meningkat 50 persen dari awal tahun hingga September. (jri)

Suhu Bumi Meningkat 6,3 Persen Pada 2100

WASHINGTON - Temperatur bumi diprediksi meningkat antara 2,4 hingga 6,3 derajat Celcius pada 2100. Kondisi tersebut disebabkan peningkatan polusi emisi gas karbondioksida.

Menurut para ilmuwan, seperti dikutip Foxnews, Jumat (26/9/2008), keadaan mengerikan tersebut sudah mulai terasa sejak saat ini. Pada 2007 lalu polusi yang berasal dari emisi karbon meningkat hingga tiga persen. Emisi tersebut merupakan faktor utama pemicu terjadinya pemanasan global.

Berdasarkan data, China dan Amerika Serikat berada di urutan teratas dengan tingkat polusi yang tinggi. Keadaan itu berbanding terbalik dengan negara berkembang yang justru sedang berusaha mengurangi polusi karbondioksida (CO2). China bahkan menyumbang lebih dari setengah polusi CO2 di dunia. Tak jauh berbeda dengan China, Negeri Paman Sam tercatat memproduksi 1,75 miliar ton karbon selama 2007.

Seorang peneliti senior departemen Department of Energy’s Oak Ridge National Laboratory, Gregg Marland, mengatakan cukup terkejut dengan laporan tersebut. Menurutnya, seharusnya emisi karbon dunia menurun karena kondisi perekonomian dunia juga menurun.

Marland mengatakan, laporan perusahaan minyak BP PLC melihat emisi banyak disebabkan karena pembakaran dari bahan bakar minyak, dan industri semen. China menyumbang lebih dari 2 miliar ton karbon pada 2007, atau meningkat 7,5 persen dari tahun sebelumnya.

Selain itu, Marland mengatakan, India berada di urutan ketiga penyumbang polusi terbesar, dan negara lain yang harus diperhatikan adalah Indonesia, di mana polusi meningkat cukup drastis.

Sementara itu, negara-negara yang mengalami penurunan polusi CO2 adalah Denmark yang turun 8 persen. Inggris dan Jerman berhasil menurunkan 3 persen emisi, sedangkan Australia, dan Prancis berhasil menekan emisi hingga 2 persen. (jri)

Green Energy Ciptakan 20 Juta Lowongan Kerja Baru

BRUSSELS - Pengembangan energi alternatif diperkirakan dapat menciptakan sekira 20 juta lowongan pekerjaan di dunia hingga beberapa dekade mendatang. Hal itu didasarkan pada laporan United Nations Environment Programme (UNEP).

Seperti dikutip The Australian, Kamis (25/9/2008), 50 persen dari 2,3 juta orang diprediksi dapat bekerja di sektor pengembangan biofuel. Namun, percepatan pembukaan lowongan pekerjaan baru itu bergantung pada langkah tiap negara dalam menerapkan kebijakan terhadap lingkungan, seperti mengganti sumber minyak dan gas ke sumber angin, matahari, atau panas bumi.

“Jika kita tidak segera mentransformasikan pengembangan ekonomi di sektor energi tersebut maka kita akan kehilangan kesempatan bagi jutaan lowongan pekerjaan,” kata director UNEP, Achim Steiner.

Namun menurut Steiner, banyaknya kesempatan pekerjaan di sektor energi alternatif ternyata belum menyelesaikan permasalahan. Pasalnya populasi dunia akan meningkat menjadi 8 hingga 9 miliar pada tahun 2050. Pada dekade tersebut, sumber-sumber seperti minyak, logam, dan gas akan sangat mahal dan sulit untuk ditemukan.

Permasalahan krisis di dunia dapat diantisipasi jika selama sepuluh tahun dari sekarang setiap negara mengambil langkah serius dalam mengatasi tingginya harga minyak dengan mengembangkan energi alternatif. (srn)

Jantung Sehat karena Makan Cokelat?

ITALIA - Sebentuk kecil cokelat murni dikabarkan bisa melindungi jantung dari peradangan dan penyakit jantungan lanjutan. Kabar baik bagi pencinta cokelat itu disampaikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan beberapa peneliti Italia.

Namun kabar baik tersebut perlu ditelaah lebih lanjut, karena bila berlebihan mengonsumsi cokelat malah bukan manfaat yang didapat. Idealnya setiap hari konsumsi cokelat hanya sebanyak 6,7 gram atau sekitar 0,23 ons, berdasarkan hasil yang ditetapkan dari penelitian yang dilakukan Moli-sani Project, salah satu penelitian tentang kesehatan terbesar yang pernah ada di Eropa.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nutrition ini dilakukan dengan membandingkan kedua jenis cokelat, yaitu cokelat susu dan cokelat murni dari merek Hershey.

Hubungan baik antara mengonsumsi cokelat murni atau dark chocolate dengan kesehatan manusia ditentukan dari kandungan protein dalam darah dan termasuk dalam 4.849 hal yang bagus untuk kesehatan dan bebas faktor-faktor risiko. Faktor risiko yang dimaksud seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi.

“Penelitian dimulai dari hipotesa bahwa kadar antioksidan yang tinggi dalam biji kokoa seperti flavonoid dan jenis lain polifenol, kemungkinan berefek bagus untuk seseorang yang mengalami peradangan,” papar pemimpin penelitian Romina di Giuseppe, seperti yang dikutip Live Science, Rabu (24/9/2008).

“Hasil dari penelitian ini meyakinkan bahwa mengonsumsi cokelat murni dengan kadar normal berefek signifikan mengurangi risiko peradangan dalam darah,” tambahnya.

Hasil penelitian ini mendukung hasil sebelumnya yang sudah memberi lampu hijau untuk mengonsumsi cokelat, walaupun para dokter mewanti-wanti terhadap hal itu. Penelitian lain juga mengabarkan bahwa kombinasi pengonsumsian cokelat dan olahraga teratur dapat melawan berbagai penyebab kematian tak wajar.

Sebenarnya bukan cokelat itu yang membahayakan, namun bagaimana seseorang mengonsumsinya secara wajar dan tak berlebihan. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukakan tak ada garansi pasti untuk bisa panjang umur.

“Untuk mendapatkan efek baik dari cokelat adalah dengan mengonsumsinya tak lebih dari 6,7 gram per hari, dengan asumsi seseorang mengonsumsi sepotong kecil cokelat murni sebanyak dua atau tiga kali sepekan. Di luar batas ini, cokelat malah menjadi bumerang untuk tubuh,” jelas Giuseppe.

Penelitian ini disambut baik pula oleh kepala Laboratory of Genetic and Environmental Epidemiology dari Catholic University of Campobasso yang juga bertanggung jawab dalam setiap penelitian yang dilakukan Moli-sani Project. Sebagai informasi, Moli-sani Project merupakan bagian dari Pfizer Foundation. (jri)